Modul Pembelajaran Digital · Program Studi Pendidikan Agama IslamDapat digunakan dosen dan mahasiswa tanpa login
Modul Pembelajaran Digital · Prodi PAI

E-PAI STAISAR

Belajar lebih mudah bersama E-PAI STAISAR: materi, panduan, kuis, dan bahan unduhan untuk mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dapat digunakan tanpa login.

IlmuAkhlakKompetensiMasa Depan

20 Modul untuk Mahasiswa PAI

Setiap modul memuat capaian pembelajaran, peta konsep, uraian per topik dengan dalil dan contoh kontekstual, aktivitas, rubrik, rangkuman, kuis dengan pembahasan, bahan unduhan, dan daftar referensi.

Mulai dari mana?

Semester awal

Mulai dari Modul 01–07: sumber ajaran, akidah-akhlak, fikih, sejarah, landasan pendidikan, profesi guru, dan psikologi peserta didik.

Buka Modul 01 →

Persiapan mengajar & PPL

Modul 08–15: perencanaan, metode, media, evaluasi, micro teaching, administrasi guru, AI, dan video praktik.

Buka Modul 08 →

Belajar mandiri digital

Modul 16–19: literasi referensi, e-learning, pengembangan modul ajar, dan kuis.

Buka Modul 16 →

Menulis skripsi

Modul 20 bersama Modul 16 dan 18: dari pemilihan topik sampai sidang, dengan template matriks literatur dan validasi.

Buka Modul 20 →

Satu platform untuk kompetensi mahasiswa PAI

  • Modul ajar — uraian materi terstruktur yang dapat dibaca di ponsel.
  • Kuis dan latihan — pembahasan muncul otomatis; skor untuk refleksi diri, bukan nilai resmi.
  • E-book dan referensi — daftar pustaka APA 7 dan portal sumber tepercaya.
  • Lembar kerja dan template — DOCX/XLSX yang dapat diedit untuk tugas, PPL, dan skripsi.
  • Penulisan skripsi — panduan langkah demi langkah dan perangkat pendukungnya.

Ilmu, Teknologi, dan Akhlak untuk Pendidikan yang Lebih Baik. Dikembangkan oleh Andika Novriadi Cibro.

© 2026 E-PAI STAISAR. Boleh dibagikan untuk tujuan pendidikan nonkomersial dengan menyebut sumber.

Modul 10: Media dan Teknologi Pembelajaran

MODUL 10 · E-PAI STAISAR

Media dan Teknologi Pembelajaran

Mendukung kemampuan merancang dan menggunakan media serta teknologi secara pedagogis, inklusif, aman, dan etis.

Penyusun: Andika Novriadi CibroProgram Studi Pendidikan Agama IslamVersi 1.0 · Diperbarui Oktober 2026

Pengantar

Media pembelajaran bukan hiasan. Media yang tepat membuat konsep abstrak menjadi konkret, menarik perhatian, dan memperluas akses belajar. Media yang salah justru membebani pikiran dan mengalihkan perhatian dari tujuan.

Modul ini membahas prinsip media pembelajaran berbasis riset multimedia, media visual dan audio-visual, platform digital dan LMS, produksi konten digital sederhana, serta etika—termasuk hak cipta, privasi, aksesibilitas, dan pemanfaatan AI.

Capaian pembelajaran

Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan mampu:

  1. Menilai kesesuaian media dengan tujuan belajar.
  2. Membuat prototipe media pembelajaran PAI.
  3. Menggunakan teknologi dengan memperhatikan hak cipta, privasi, dan aksesibilitas.
  4. Mengevaluasi media berdasarkan umpan balik pengguna.

Prasyarat: Mampu menggunakan perangkat pengolah kata dan presentasi.

Peta konsep

Media yang pedagogis & etis
TOPIK 1Prinsip media pembelajaran
TOPIK 2Media visual & audio-visual
TOPIK 3Platform digital & LMS
TOPIK 4Produksi konten digital
TOPIK 5Etika & AI

1. Prinsip Media Pembelajaran

Fungsi media

Media berfungsi memperjelas pesan, mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (misalnya menampilkan manasik haji di kelas), menarik perhatian, dan memberi pengalaman yang lebih konkret. Edgar Dale melalui “kerucut pengalaman” menggambarkan rentang pengalaman dari yang paling konkret (pengalaman langsung) hingga paling abstrak (simbol verbal).

Hati-hati dengan angka “kerucut pengalaman”. Persentase seperti “kita mengingat 10% dari yang dibaca dan 90% dari yang dilakukan” yang sering ditempelkan pada kerucut Dale tidak berasal dari Dale dan tidak didukung riset. Gunakan kerucut Dale sebagai gagasan tentang tingkat kekonkretan, bukan sebagai data retensi.

Prinsip multimedia (Mayer)

Richard Mayer (2021) merumuskan prinsip desain multimedia berbasis riset. Beberapa yang paling berguna bagi guru:

Prinsip Maksud Penerapan pada slide PAI
Multimedia Kata + gambar lebih baik daripada kata saja Diagram urutan wudu dengan label singkat
Koherensi Buang materi yang tidak relevan Hindari animasi dan musik latar yang mengganggu
Sinyal Tandai informasi penting Warna/panah pada huruf yang sedang dibahas
Redundansi Jangan membacakan teks yang sama persis dengan yang tertulis di layar Slide berisi kata kunci; penjelasan secara lisan
Kedekatan spasial Letakkan teks dekat gambar terkait Label makhraj langsung pada gambar mulut
Segmentasi Bagi materi menjadi bagian-bagian Video tajwid 3–5 menit per hukum bacaan
Personalisasi Gaya bahasa percakapan “Mari kita perhatikan…” daripada bahasa kaku

Beban kognitif

Sesuai teori beban kognitif (Sweller, 1988), media harus mengurangi beban yang tidak perlu agar memori kerja dapat fokus pada materi inti.

Kerangka TPACK

Mishra dan Koehler (2006) mengusulkan TPACK: guru efektif memadukan pengetahuan teknologi (T), pedagogi (P), dan konten (C). Teknologi dipilih karena mendukung cara terbaik mengajarkan konten tertentu, bukan karena sedang populer.

Istilah kunci

Media pembelajaran
Segala sesuatu yang menyalurkan pesan pembelajaran.
Prinsip redundansi
Menghindari penyajian informasi verbal yang sama secara lisan dan tulisan sekaligus.
TPACK
Technological Pedagogical Content Knowledge.

Pertanyaan refleksi

  • Periksa satu presentasi Anda. Prinsip Mayer mana yang dilanggar?
  • Bagaimana TPACK membantu memilih aplikasi untuk mengajar tajwid?

2. Media Visual dan Audio-Visual

Infografik dan peta konsep

Infografik menyajikan informasi kompleks secara ringkas. Ciri infografik yang baik: satu pesan utama, alur baca jelas, hierarki visual (judul, subjudul, isi), sumber dicantumkan, dan teks terbaca di ponsel.

Presentasi slide

  • Satu gagasan per slide.
  • Gunakan gambar yang bermakna, bukan dekorasi.
  • Ukuran huruf minimal setara 24 pt untuk kelas.
  • Kontras warna tinggi (teks gelap di latar terang atau sebaliknya).
  • Teks Arab menggunakan fon yang jelas dan ukuran lebih besar daripada teks Latin.

Audio

Audio murattal dari qari tepercaya membantu latihan tahsin dan tahfiz. Podcast singkat dapat digunakan untuk kisah teladan. Pastikan sumber audio legal dan bacaannya sesuai mushaf standar.

Video dan animasi

Video efektif bila pendek, terfokus pada satu tujuan, dan disertai tugas (pertanyaan sebelum menonton, jeda diskusi, lembar catatan). Untuk video dari internet, periksa: (1) siapa pembuatnya, (2) ketepatan isi keagamaan, (3) iklan atau konten tidak pantas, (4) lisensi penggunaan.

Demonstrasi dan alat peraga

Alat peraga sederhana—maket Ka’bah untuk manasik, kartu hijaiah, timbangan untuk zakat—sering lebih efektif daripada media digital karena siswa dapat memegang dan memanipulasinya.

Contoh kontekstual. Guru MTs membuat video 4 menit tentang hukum nun sukun: setiap hukum disajikan dengan contoh ayat, warna penanda pada huruf, dan jeda “coba ucapkan”. Video diunggah ke kanal sekolah dengan teks terjemahan dan dapat diputar luring melalui flashdisk untuk siswa tanpa kuota.

Istilah kunci

Infografik
Representasi visual informasi atau data.
Murattal
Bacaan Al-Qur’an dengan tartil.
Alat peraga
Benda konkret untuk memperjelas konsep.

Pertanyaan refleksi

  • Bagaimana membuat aktivitas menonton video menjadi aktif?
  • Kriteria apa yang Anda gunakan untuk menilai video ceramah agama dari internet?

3. Platform Digital dan LMS

Learning Management System

LMS (seperti Google Classroom, Moodle, atau platform kampus) membantu guru mengelola materi, memberi tugas, berkomunikasi, dan memantau kemajuan. Blog (misalnya Blogger) juga dapat menjadi portal materi terbuka seperti E-PAI STAISAR.

Merancang aktivitas asinkron

Aktivitas asinkron (tidak bersamaan waktu) efektif bila:

  • Instruksi jelas: apa yang dikerjakan, bagaimana, sampai kapan, dan bagaimana dinilai.
  • Materi dipecah menjadi unit kecil dengan aktivitas di setiap unit.
  • Ada interaksi: forum diskusi dengan pertanyaan terbuka dan aturan menanggapi teman.
  • Ada umpan balik tepat waktu.

Komunikasi dan pemantauan

  • Tetapkan saluran resmi (misalnya LMS atau grup kelas) dan jam respons yang wajar.
  • Gunakan data LMS (penyelesaian tugas, keaktifan forum) untuk mengenali siswa yang tertinggal.
  • Hormati privasi: jangan membagikan nilai individu di ruang publik.

Kesenjangan akses

Tidak semua siswa memiliki perangkat dan kuota memadai. Siapkan alternatif: materi cetak, unduhan berukuran kecil, berkas yang dapat dibuka luring, atau waktu akses di laboratorium sekolah.

Istilah kunci

LMS
Learning Management System, sistem pengelolaan pembelajaran daring.
Asinkron
Pembelajaran yang tidak menuntut kehadiran pada waktu bersamaan.
Kesenjangan digital
Perbedaan akses dan kemampuan menggunakan teknologi.

Pertanyaan refleksi

  • Alternatif apa yang Anda siapkan bagi siswa tanpa akses internet stabil?
  • Bagaimana membuat forum diskusi daring tidak sekadar ‘setuju dengan pendapat di atas’?

4. Produksi Konten Digital

Alur produksi sederhana

  1. Analisis — tujuan, sasaran, durasi, platform.
  2. Naskah — tulis apa yang akan dikatakan dan ditampilkan.
  3. Storyboard — sketsa adegan/slide dengan catatan narasi dan visual.
  4. Produksi — rekam suara/video, buat grafis.
  5. Penyuntingan — potong bagian tidak perlu, tambahkan teks dan keterangan.
  6. Uji coba — tunjukkan kepada beberapa pengguna.
  7. Revisi dan publikasi — perbaiki, cantumkan sumber, unggah.

Contoh format storyboard

No. Visual Narasi/audio Durasi Catatan
1 Judul: “Ikhfa’ Haqiqi” “Assalamu’alaikum, kali ini kita belajar ikhfa’…” 10 detik Musik tanpa lirik, volume rendah
2 Ayat contoh dengan huruf berwarna Membaca contoh perlahan 20 detik Sumber ayat: Mushaf Standar Indonesia

Kualitas teknis minimum

  • Audio jernih lebih penting daripada gambar resolusi tinggi; rekam di ruangan tenang, dekatkan mikrofon.
  • Pencahayaan dari depan, bukan dari belakang.
  • Teks terbaca di layar ponsel.
  • Teks terjemahan/keterangan (caption) untuk aksesibilitas.

Evaluasi kualitas media

Gunakan daftar periksa: kesesuaian tujuan, kebenaran isi, kejelasan, keterbacaan, aksesibilitas, durasi, dan kepatuhan hak cipta. Lakukan uji coba kepada 3–5 pengguna dan catat masukan sebelum publikasi luas.

Istilah kunci

Storyboard
Rancangan visual adegan demi adegan.
Caption
Teks yang menampilkan ucapan dalam video.
Uji coba pengguna
Pengujian media kepada calon pengguna untuk mendapat masukan.

Pertanyaan refleksi

  • Mengapa audio lebih penting daripada kualitas gambar dalam video pembelajaran?
  • Siapa yang akan Anda ajak menguji coba media Anda?

5. Etika, Hak Cipta, Privasi, dan AI

Hak cipta dan atribusi

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta melindungi karya cipta, termasuk buku, gambar, musik, dan video. Untuk keperluan pendidikan, UU ini mengatur pengecualian terbatas dengan syarat sumber disebutkan dan tidak merugikan kepentingan wajar pencipta (lihat ketentuan pembatasan hak cipta). Praktik aman:

  • Gunakan karya sendiri atau karya berlisensi terbuka (Creative Commons, domain publik).
  • Cantumkan atribusi: judul, pencipta, sumber, lisensi.
  • Jangan mengunggah ulang buku atau video berbayar tanpa izin.

Privasi

UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur pemrosesan data pribadi. Dalam konteks kelas:

  • Jangan mengunggah foto/video siswa tanpa persetujuan orang tua/wali.
  • Minimalkan data yang dikumpulkan dalam formulir daring.
  • Simpan data nilai dan identitas siswa di tempat yang aman.

Aksesibilitas

Standar WCAG 2.2 (W3C, 2023) memberi pedoman agar konten web dapat diakses penyandang disabilitas, antara lain: teks alternatif untuk gambar, kontras warna memadai, keterangan untuk video, struktur heading yang jelas, dan navigasi dengan papan ketik.

Verifikasi informasi dan AI

  • Periksa fakta, terutama dalil dan kutipan, pada sumber primer.
  • Waspadai bias dan kesalahan pada konten buatan AI; guru tetap bertanggung jawab atas isi yang dibagikan.
  • Ungkapkan penggunaan AI secara transparan bila relevan.
  • Pembahasan lengkap terdapat pada Modul 14 AI Teaching Assistant.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

Makna ringkas: Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui.

QS. Al-Isra’ [17]: 36 (potongan ayat)

Istilah kunci

Creative Commons
Sistem lisensi terbuka yang memungkinkan karya dibagikan dengan syarat tertentu.
Atribusi
Pencantuman identitas pencipta dan sumber karya.
WCAG
Web Content Accessibility Guidelines dari W3C.
Teks alternatif
Deskripsi teks untuk gambar yang dibaca pembaca layar.

Pertanyaan refleksi

  • Apa yang perlu Anda lakukan sebelum mengunggah video kegiatan kelas ke media sosial sekolah?
  • Bagaimana mencantumkan atribusi gambar berlisensi CC BY pada slide?

Aktivitas belajar

Aktivitas 1: Mendesain Satu Media Digital PAI

Tujuan: Membuat prototipe media sesuai prinsip multimedia.

  1. Tentukan tujuan dan sasaran media.
  2. Susun naskah dan storyboard.
  3. Produksi media (infografik, video pendek, atau slide interaktif).
  4. Cantumkan sumber dan lisensi seluruh aset.

Produk/bukti belajar: Prototipe media dan storyboard.

Aktivitas 2: Uji Coba Sejawat dan Revisi

Tujuan: Mengevaluasi media berdasarkan umpan balik pengguna.

  1. Uji coba media kepada 3–5 teman.
  2. Kumpulkan umpan balik menggunakan daftar periksa.
  3. Revisi media dan dokumentasikan perubahan.

Produk/bukti belajar: Laporan uji coba dan media revisi.

Aktivitas 3: Daftar Periksa Aksesibilitas dan Hak Cipta

Tujuan: Menyusun alat periksa untuk media pembelajaran.

  1. Pelajari prinsip WCAG dan ketentuan hak cipta.
  2. Susun 10–15 butir daftar periksa.
  3. Uji daftar periksa pada satu media yang ada.

Produk/bukti belajar: Daftar periksa yang telah diuji.

Rubrik penilaian

Rubrik Produk Media Pembelajaran — skala 4 (Sangat baik) sampai 1 (Perlu bimbingan).

Kriteria4 · Sangat baik3 · Baik2 · Cukup1 · Perlu bimbingan
Kesesuaian tujuanSeluruh elemen mendukung tujuanSebagian besar mendukungSebagian tidak relevanTidak terkait tujuan
Kebenaran isiAkurat, sumber jelasAkurat, sumber kurangAda kekeliruan kecilKekeliruan serius
Desain multimediaMenerapkan prinsip Mayer secara konsistenMenerapkan sebagian besarBeberapa pelanggaranMembebani/mengganggu
Aksesibilitas & etikaTeks alternatif/caption, atribusi, privasi terjagaSebagian besar terpenuhiSebagian kecilTidak diperhatikan

Rangkuman

  • Media memperjelas pesan; prinsip multimedia Mayer dan teori beban kognitif memandu desain.
  • Media visual, audio, video, dan alat peraga dipilih sesuai tujuan; video harus pendek dan disertai tugas.
  • LMS dan blog mendukung pembelajaran asinkron bila instruksi jelas dan ada interaksi.
  • Produksi konten mengikuti alur naskah–storyboard–produksi–uji coba–revisi.
  • Hak cipta, privasi, aksesibilitas, dan verifikasi informasi adalah bagian dari etika bermedia guru.

Evaluasi mandiri

Pilih jawaban; pembahasan muncul otomatis. Skor latihan ini untuk refleksi diri dan tidak menjadi nilai akademik resmi.

1. Prinsip Mayer yang menyarankan membuang animasi dan musik yang tidak relevan adalah …

Tepat. Prinsip koherensi: hilangkan materi yang tidak relevan.
Belum tepat. Jawaban yang benar: D. Prinsip koherensi: hilangkan materi yang tidak relevan.

2. Membacakan seluruh teks slide kata demi kata bertentangan dengan prinsip …

Tepat. Informasi verbal yang sama secara lisan dan tulisan dapat membebani.
Belum tepat. Jawaban yang benar: B. Informasi verbal yang sama secara lisan dan tulisan dapat membebani.

3. Persentase retensi ‘10% membaca, 90% melakukan’ pada kerucut Dale …

Tepat. Angka tersebut adalah tambahan populer yang tidak berdasar.
Belum tepat. Jawaban yang benar: A. Angka tersebut adalah tambahan populer yang tidak berdasar.

4. Kerangka yang memadukan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan konten disebut …

Tepat. TPACK dari Mishra & Koehler (2006).
Belum tepat. Jawaban yang benar: C. TPACK dari Mishra & Koehler (2006).

5. Video pembelajaran yang efektif sebaiknya …

Tepat. Segmentasi dan keterlibatan aktif meningkatkan efektivitas.
Belum tepat. Jawaban yang benar: A. Segmentasi dan keterlibatan aktif meningkatkan efektivitas.

6. Urutan alur produksi konten yang tepat adalah …

Tepat. Perencanaan mendahului produksi; uji coba sebelum publikasi.
Belum tepat. Jawaban yang benar: B. Perencanaan mendahului produksi; uji coba sebelum publikasi.

7. Elemen teknis yang paling memengaruhi kualitas video pembelajaran adalah …

Tepat. Audio buruk lebih mengganggu pemahaman daripada gambar sederhana.
Belum tepat. Jawaban yang benar: B. Audio buruk lebih mengganggu pemahaman daripada gambar sederhana.

8. Regulasi yang mengatur perlindungan data pribadi siswa adalah …

Tepat. UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; UU 28/2014 tentang Hak Cipta.
Belum tepat. Jawaban yang benar: A. UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi; UU 28/2014 tentang Hak Cipta.

9. Pedoman internasional aksesibilitas konten web adalah …

Tepat. WCAG diterbitkan oleh W3C.
Belum tepat. Jawaban yang benar: C. WCAG diterbitkan oleh W3C.

10. Sebelum mengunggah video kegiatan kelas yang menampilkan wajah siswa, guru harus …

Tepat. Persetujuan diperlukan sesuai prinsip pelindungan data pribadi dan perlindungan anak.
Belum tepat. Jawaban yang benar: B. Persetujuan diperlukan sesuai prinsip pelindungan data pribadi dan perlindungan anak.

Bahan unduhan

Referensi

Kitab klasik dicantumkan tanpa tahun karena tersedia dalam banyak edisi; sesuaikan dengan edisi yang Anda gunakan. Naskah regulasi diperiksa pada JDIH/portal resmi kementerian.

  1. Arsyad, A. (2011). Media pembelajaran. RajaGrafindo Persada.
  2. Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
  3. Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
  4. Smaldino, S. E., Lowther, D. L., Mims, C., & Russell, J. D. (2019). Instructional technology and media for learning (12th ed.). Pearson.
  5. Sweller, J. (1988). Cognitive load during problem solving: Effects on learning. Cognitive Science, 12(2), 257–285. https://doi.org/10.1207/s15516709cog1202_4
  6. World Wide Web Consortium. (2023). Web content accessibility guidelines (WCAG) 2.2. https://www.w3.org/TR/WCAG22/
  7. Creative Commons. (t.t.). About CC licenses. https://creativecommons.org/share-your-work/cclicenses/
  8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. https://peraturan.bpk.go.id
  9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
  10. UNESCO. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO. https://unesdoc.unesco.org

Pernyataan penggunaan AI. Draf materi ini disusun dengan bantuan AI generatif berdasarkan desain materi E-PAI STAISAR dan sumber-sumber yang tercantum. Dalil, nomor hadis, regulasi, dan data wajib ditelaah dosen pengampu serta dicek ulang pada sumber resmi sebelum dikutip dalam karya akademik.

© 2026 E-PAI STAISAR. Boleh dibagikan untuk tujuan pendidikan nonkomersial dengan menyebut sumber.

Komentar